Kamis, 27 Oktober 2011

tanpa judul

Bisikkanlah ...

Tuhanku Yang Maha Penyayang,

Lihatlah wajahku yang berpendar dengan kerinduan bagi jiwa baik yang akan kucintai dan yang mencintaiku dengan jujur dan setia.

Mudah-mudahan Engkau merasa kasihan melihatku berjalan di lorong-lorong sepi impian dan kerinduan hatiku, bergandengan tangan dengan diriku sendiri.

Janganlah Kau biarkan aku lama sendiri, menseri-serikan wajah dalam harapan cinta, dan menceriakan senyum dan tawaku yang berpura-pura telah ditemukan oleh dia yang juga merindukan cintaku.

Tuhan, apakah tangisku ini indah bagi-Mu?

Jika Engkau memang lebih menyukai kedekatan dan kemanjaanku karena kepiluan dari kesendirian ini, maka aku akan belajar ikhlas menangis sepanjang hidupku. Dan semoga, Engkau mencukupkan air mataku dan menguatkan serat-serat dinding dadaku.

Tapi Engkau adalah Tuhanku Yang Maha Lembut,

Aku yakin sekali bahwa Engkau tak akan sampai hati membiarkan jiwa kecil yang selalu berusaha patuh kepada-Mu ini, lama bersedih menantikan belahan jiwa yang sesungguhnya telah Kau siapkan bagi pemuliaan hidupku.

Engkau Yang Maha Cinta,

Aku mencintai-Mu, dan bernafas dalam keyakinan bahwa Engkau sangat mencintaiku, maka …

Pelan-pelan dan dengan rambatan yang pasti, mulai besok pagi, damaikanlah hatiku, gerakkanlah tangan, kaki, dan tubuhku dalam ketukan nada tarian lembut yang menandakan bahwa jiwaku dalam perjalanan untuk Kau temukan dengan dia yang telah lama kudengar suara anggunnya dalam mimpi-mimpiku.

Engkau Yang Maha Lembut,

Satukanlah aku dengan belahan jiwaku, dalam pernikahan yang damai, yang mesra dan setia, yang saling memuliakan, yang Kau anugrahi dengan keturunan yang berpekerti luhur, dan yang Kau kayakan dengan kesehatan, nama baik, dan kesejahteraan.

Minggu, 25 September 2011

merasa bodoh


Someone destruct me tonight..
Membuat ku merasa benar benar hancur. Membuat ku merasa kosong, bodoh dan dungu dengan apa yang aku kerjakan selama ini. Berusaha membangun usahaku sendiri tapi nampaknya bodoh. Seperti rencana tolol yang menjadi kosong di usiaku.

Merasa bodoh dengan kuliah ku sekarang. Dikampus yang tidak terkenal dan menyulitkan kehidupan ku. Merasa suatu kekecewaan pada keluargaku..
Semua yang dilakukan, seakan masalah untuk ku sekarang..
Walaupun kami hanya berbicara sebentar, tapi yah.. Itu cukup mengena di hatiku.
Membuatku berpikir tentang apa yang sudah ku lakukan. Membuat ku ingin menarik diri dari semua yang ada. Dengan segala obesiku yang kurasa terlalu dini.
Sekarang aku merasa makin tersingkir dari keluargaku. Merasa tidak bisa melakukan apapun. Akan disulitkan dengan kuliah ku juga.
Arrggghhh..
So stupid! Aku merasa itu semua bukan tempat ku, dan aku begini karena............

sekedar kata


Kayaknya setiap aku cerita selalu aku yang asik sendiri. Maklumlah, aku tak pandai berkomunikasi. Aku bukan orang yang pintar menangkap sesuatu yang tak ku kuasai.

Hari ini aku rasa responnya ga bagus. Atau memang komunikasi ku yang salah. Biarlah, terserah saja. Diri ku memang untuk aku sendiri. Duniaku memang hanya ada aku, dan aku merasakan betapa sulitnya membagi semua itu dengan orang lain.

Hanya sekedar kata berbagi saja aku tak bisa. Hanya sekedar kata bercerita saja aku tak tahu. Diriku hanya sekedar keindahan yang nampak dari luarnya. Duniaku hanya sekedan mainan dalam pikiranku, yang tak bisa di mengerti semua orang.

Jangan sampai itu terjadi lagi. Jangan sampai aku sendiri lagi, menyerah pada keadaan dan membiarkan kehidupan mengalir disekelilingku. Tapi aku tetap sendiri.

Foto



Hanya tinggal foto yang aku punya
Hanya tinggal foto yang aku kenang
Hanya tinggal foto yang bisa mengingatkan aku

sakit


Biasanya orang sakit itu keluarganya tau, atau nggak mama atau papanya tau. Tapi ga gitu dengan aku. Aku lebih milih sampai keadaan sekarat dulu baru mereka tau.

Kenapa?
Karena komentar mereka akan ga enak kalau udah tau anaknya sakit.

"Kamu sih pake sakit sgala, kan duit nya mau dpake ini mau dpake itu.."

"Dia (aku) selalu ngeluarin banyak biaya cuma untuk sakit"

Atau kalau sakit ku sudah sembuh, dan keadaan berbalik,
ibuku yang meminjam duit ku dan aku berusaha memintanya kembali (karna aku tahu, meminta sama mereka terkadang hal yang percuma, jadi aku mencarinya sendiri). Ketika aku memintanya, pasti ini yang keluar

"kamu baru segitu aja udah ngomel - ngomel, emang kalau kamu sakit itu habisnya brapa? Bla bla bla"

Apa yang terpikir sama mereka cuma materi?

Yah,, aku mengakui, mereka memang dari dulu selalu mengukur segalanya dengan materi. Tapi tidak begitu dengan aku. Apa yang mereka cari, mereka kumpulkan dan gunakan untuk pemikiran mereka sendiri.

Jadi rasanya sayang bagi mereka jika harus mengeluarkan sesuatu yang lebih untukku.

Soal penyakitku??
Kadang aku ingin bilang ketika aku sakit, apalagi kalau kondisi keuangan ku lagi ikutan sekarat. Tapi sikap mereka yang seperti itu membuat ku memilih diam daripada tambah sakit. Ya sudah biarkan saja sampai aku benar - benar sekarat.

Seperti halnya sekarang ini, menanti saat saat sekaratku.

Aku tahu, aku dari kecil bukan orang yang cukup kuat. Aku sering sekali sakit. Tapi itu juga bukan mauku.

Jumat, 25 Maret 2011

nyanda mungkin staw.....

Sepatah kata"
Tercipta untukmu
Yang getarkan jiwa ini
Lumpuhkan jantungku.
Kecantikan sempurna
Yang tak terlukiskan
Bahagia kan diri ini
Saat bersamamu.....

Meskipun ku sadari
Tak mungkin memelukmu
Waktu kau isyaratkan
Bahwa dirimu tlah bersamanya
Tatap matamu untuk yg terakhir
Siksa batinku yang mencintamu
Ku pasrahkan pada Illahi
Relakan untuknya

Lekuk tubuh anggunmu
Bagaikan sang dewi
Di dalam sanubariku
Terukur wajahmu

Jurang yang dalam pisahkan kita
Yang tak mungkin untuk dilalui
Biarlah kata" ini
Terdengar dalam kalbu

Senin, 28 Februari 2011

Kau Pemilik Hatiku

Hatimu pilu memendam cinta
yang takut kau ungkapkan kepadanya

Sendu hatimu, menyimpan cinta
tanpa dia tahu betapa engkau merindukan
...penyerahan dirinya kepada keindahan
kasih sayangmu

Ooh … betapa hatimu berharap

bahwa engkau bertemu dengannya
di dunia yang lain
yang bebas dari semua batasan ini
dimana baginya hanya ada engkau
sebagaimana bagimu hanya ada dia

Wahai Yang Maha Cinta

Serahkanlah dia kepadaku

Aamiin